Selasa, 10 September 2013

Rusia Mulai Kembangkan Pesawat Tempur Generasi Keenam Tak Berawak

Uji coba penerbangan pesawat tempur generasi kelima Rusia PAK-FA T-50
(Foto: RIA Novosti/Alexei Druzhinin)

Rusia saat ini telah secara aktif mengembangkan pesawat tempur generasi keenam tak berawak, ujar Jenderal Pyotr Deynekin, seorang Purnawirawan Komandan Angkatan Udara Rusia, mengatakan kepada RIA Novosti sesaat menjelang pameran udara MAKS 2013 yang dibuka di Rusia pada 27 Agustus lalu.
 

Pesawat tempur generasi kelima Rusia saat ini "PAK-FA T-50" sudah selesai dikembangkan dan direncanakan untuk segera operasional pada tahun 2016 -namun mesin terbaiknya baru akan siap pada 2020. Kini Rusia juga tengah mencari teknologi pertempuran udara di masa depan dengan melakukan penelitian dan pengembangan guna menghasilkan pesawat tempur yang bisa mendominasi wilayah udara pada pertengahan abad 21 nanti.

Untuk menghasilkan pesawat tempur generasi ke-6, Deynekin mengatakan bahwa Rusia sudah mulai memasuki fase aktif dari pengembangannya, dan kemungkinan besar pesawat tempur tersebut akan tak berawak.


Terkait pesawat tempur generasi kelima Rusia PAK-FA, Deynekin menolak untuk memberikan perbandingannya dengan pesawat tempur generasi kelima lainnya seperti F-22 Raptor Amerika atau J-20 China yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. "Hanya praktek nyata yang dapat mengekspos kekuatan dan kelemahan masing-masing pesawat ini," katanya.

Namun Deynekin mengatakan bahwa dalam situasi pertempuran yang sesungguhnya, PAK-FA akan memanfaatkan semua peralatan silumannya, menjadikan pesawat ini tidak terdeteksi oleh radar musuh. Namun, secara umum ia juga mengakui bahwa untuk membuat sebuah pesawat benar-benar tidak terdeteksi tampaknya adalah pekerjaan yang mustahil.

Deynekin dalam pandangannya juga mengatakan bahwa kemampuan "super manuver" dari PAK-FA menjadi keunggulan tersendiri, karena meskipun saat ini sudah ada rudal udara ke udara yang canggih, "dog fight" akan tetap menjadi salah satu opsi pertempuran udara. Oleh karena itu selain keterampilan, seorang pilot juga membutuhkan teknologi pesawat yang andal dan kemampuan terbang yang sempurna.

Deynekin juga berpendapat bahwa mempersenjatai PAK-FA dengan rudal udara ke udara yang memiliki jangkauan 400 kilometer itu juga menjadi keunggulan tersendiri. Pesawat ini bisa menjadi pesawat pembom taktis daripada sekedar pesawat tempur.

Deynekin menekankan bahwa pemikiran militer Rusia ini bukan berarti dimaksudkan untuk melakukan tindakan agresif di wilayah asing, tapi dengan mempertimbangkan ukuran dari Federasi Rusia, maka kemampuan jarak yang jauh dari PAK-FA adalah kebutuhan mutlak.

Terlepas dari kenyataan bahwa perang di masa depan akan menjadi ajang uji coba jenis-jenis baru alutsista untuk pertempuran udara, hal ini bukan hanya untuk dan oleh Angkatan Udara saja, Deynekin mengakui.

Awal bulan lalu, seorang pilot utama untuk uji coba PAK-FA, Sergey Bogdan, mengatakan bahwa pesawat generasi selanjutnya (keenam) belum bisa direalisasikan untuk Angkatan Udara Rusia dalam waktu dekat.

"Orang berpikir bahwa teknologi sangat berkembang pesat, namun kita ketahui bahwa butuh 35 tahun untuk menggantikan pesawat tempur generasi keempat menjadi generasi kelima. Saya yakin pesawat tempur generasi berikutnya (generasi keenam) baru akan bisa dibuat dalam waktu tidak kurang dari 15 tahun," ujar Bogdan, yang juga menampilkan manuver udara dari PAK-FA saat MAKS-2013.

MiG Skat Stingray, pesawat tempur tak berawak Rusia yang dihentikan pengembangannya untuk diubah menjadi lebih baik lagi.(Foto:Pycckue/Wikimedia)

Menurut para analis Amerika, pesawat tempur generasi keenam harus memiliki fitur siluman yang ekstrim -sejauh ini hanya karakteristik umum saja-, memiliki kemampuan multimode dalam pertempuran, mampu menghancurkan target apapun dalam semua posisi terbang, dan dari kecepatan subsonik ke atas hingga kecepatan 5 mach (sekitar 6000 km/jam). Pesawat generasi keenam diyakini analis mungkin akan memiliki kemampuan untuk "menyembuhkan diri," dikombinasikan dengan "morphing" dan fitur "smart skin".

Pesawat generasi keenam ditarget akan memiliki sensor yang sangat jauh yang akan memberikan gambaran yang sangat rinci dari medan perang, di mana setiap jaringan pesawat generasi keenam menjadi bagian dari sebuah jaringan yang lebih besar. Yang paling dipercaya para pengamat adalah bahwa suatu hari pesawat tersebut akan dipersenjatai dengan senjata "energi terarah."

Di AS sendiri program pesawat tempur generasi keenam dijuluki dengan "Next Generation Tactical Aircraft / Next Generation TACAIR", dan dipastikan belum akan operasional hingga tahun 2030.






Sumber : Artileri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.